Mengenang Semangat Kai Api yang Tak Pernah Padam, Dari Jadi Pelari hingga Seniman

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SOSOK - Salah satu anak Muhammad Arsyad atau Kai Api saat memperlihatkan piagam penghargaan Kai Api semasa menjadi atlet. (Foto: MGS)

SOSOK - Salah satu anak Muhammad Arsyad atau Kai Api saat memperlihatkan piagam penghargaan Kai Api semasa menjadi atlet. (Foto: MGS)

BANJARMASIN — Enam tahun telah berlalu sejak Muhammad Arsyad, atau yang akrab disapa Kai Api, meninggalkan keluarga dan orang-orang yang mengenalnya. Tepat pada 16 Juli 2020, pria yang dikenal luas melalui atraksi api tersebut mengembuskan napas terakhir dalam usia 81 tahun.

Mengenang kepergian Kai Api, keluarga menggelar pembacaan tahlil di kediamannya di Jalan PM Noor, Gang Perdamaian, Banjarmasin, Kamis (20/8/2026) siang. Suasana penuh haru mewarnai kegiatan tersebut, sekaligus menjadi momentum untuk kembali mengenang perjalanan hidup sosok yang dikenal memiliki semangat pantang menyerah.

Jauh sebelum dikenal sebagai seniman penghibur dengan atraksi api, Kai Api terlebih dahulu menorehkan cerita sebagai seorang atlet lari. Dunia olahraga telah menjadi bagian dari hidupnya sejak lama.

Berbagai perlombaan lari tingkat nasional hingga internasional pernah diikutinya. Salah satunya International Competition di Sri Lanka. Nomor yang diikutinya pun beragam, mulai dari lari 100 meter, 200 meter, 500 meter, 1.500 meter, 5.000 meter, hingga nomor jarak jauh 46 kilometer pada 2000.

Kecintaannya terhadap olahraga bahkan tidak surut ketika usia terus bertambah. Hingga usia 71 tahun, Kai Api masih aktif menekuni olahraga lari. Setelah itu, ia memilih menekuni profesi sebagai seniman penghibur dengan atraksi api.

Semangat tersebut seolah menjadi warisan paling berharga yang ditinggalkannya bagi keluarga. Di mata anak-anaknya, Kai Api bukan sekadar seorang ayah, tetapi sosok yang mengajarkan kedisiplinan, ketekunan, serta pentingnya menjaga ibadah.

Supian, anak kedelapan dari sepuluh bersaudara, masih mengingat pesan-pesan yang kerap disampaikan ayahnya.
“Sidin selalu berpesan agar anak-anak sidin tidak meninggalkan salat dan bangun di awal hari. Dulu setiap 17 Agustus, sidin juga hobi menghias gerobak. Piagam-piagam sidin ditempel di gerobak untuk memotivasi orang-orang,” tutur Supian.

Kebiasaan itu menjadi bagian dari cara Kai Api menyampaikan semangat kepada orang-orang di sekitarnya. Prestasi yang pernah diraihnya tidak sekadar menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga dijadikannya sebagai motivasi agar orang lain tidak mudah menyerah.

Semangat Kai Api juga dikenang oleh para pegiat olahraga. Yudha Pribadi, salah seorang praktisi olahraga bersama pegiat lainnya dari Bugar Sport Center (BSC) Banjarmasin, menilai keteladanan Kai Api tidak berhenti pada prestasi yang pernah diraih, tetapi terutama pada semangat hidup yang terus dijaganya hingga usia lanjut.

“Di usia beliau, beliau menularkan semangat kepada kami. Semangat yang beliau ajarkan adalah semangat pantang menyerah, disiplin, dan jangan malas,” ujar Yudha.

Bagi keluarga, kecintaan terhadap olahraga pun seakan menjadi warisan yang terus hidup. Supian menyebut seluruh anak Kai Api memiliki kegemaran berolahraga.

Kini, enam tahun setelah kepergiannya, nama Kai Api masih dikenang. Bukan hanya karena atraksi api yang pernah menjadi cirinya, tetapi juga karena perjalanan panjang hidupnya sebagai atlet, seniman, sekaligus seorang ayah.

Di tengah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kisah Kai Api kembali mengingatkan bahwa semangat kemerdekaan juga dapat dimaknai melalui kegigihan untuk terus bergerak, berkarya, dan pantang menyerah, bahkan ketika usia tak lagi muda.

Semangat itu telah padam bersama kepergiannya, tetapi teladannya masih menyala di tengah keluarga dan orang-orang yang pernah mengenalnya. (MGS)

Baca Juga:  Merino Bikin Merana? Dua Kali jadi Juru Penyelamat Spanyol

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel kalselsport.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Merino Bikin Merana? Dua Kali jadi Juru Penyelamat Spanyol
Berita ini 216 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:28 WITA

Mengenang Semangat Kai Api yang Tak Pernah Padam, Dari Jadi Pelari hingga Seniman

Sabtu, 11 Juli 2026 - 22:38 WITA

Merino Bikin Merana? Dua Kali jadi Juru Penyelamat Spanyol

Berita Terbaru

FOKUS - Peserta seleksi BK PON saat menjalankan strategi. (Foto: istimewa)

Daerah

18 Pecatur Kalsel Amankan Tiket ke Seleksi Akhir Pra-PON

Rabu, 26 Agu 2026 - 15:17 WITA