BANJARMASIN — Pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Banjarmasin resmi dilantik di Sirkuit Panjat Tebing GOR Hasanuddin HM, Jum’at (28/8/2026).
Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua FPTI Kalimantan Selatan (Kalsel) yang juga Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin.
Ketua FPTI Kota Banjarmasin Ahmad Zazuli mengatakan, kepengurusan baru akan memprioritaskan pembinaan atlet-atlet muda agar mampu berprestasi hingga tingkat nasional dan internasional.
“Alhamdulillah, hari ini kami sudah dilantik oleh Ketua Umum Provinsi, Pak Hasnuryadi. Program kami ke depan adalah membina atlet-atlet muda agar dapat bertanding di kancah nasional maupun internasional. Kami juga ingin membawa nama Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Menurut Zazuli, pihaknya mulai melakukan inventarisasi klub-klub panjat tebing yang ada di Kota Banjarmasin. Langkah tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali klub yang sebelumnya vakum sekaligus membuka ruang bagi masyarakat yang ingin berlatih.
“Menurut informasi, sebelumnya banyak klub yang vakum. Dengan kepengurusan yang baru ini, kami mulai merangkul semuanya, baik klub maupun perorangan yang ingin ikut berlatih. Kami ingin membangun kolaborasi bersama,” katanya.
Selain pembinaan melalui klub, FPTI Kota Banjarmasin juga berencana menjalin kerja sama dengan satuan pendidikan untuk menjaring bibit-bibit atlet baru.
Zazuli menyebut, komunikasi dengan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin telah dilakukan dan ke depan akan dibahas kemungkinan kerja sama dengan sekolah-sekolah.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Mungkin nanti akan dilakukan pembicaraan terkait kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk mencari bibit atlet dan meningkatkan prestasi atlet panjat tebing di Kota Banjarmasin,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua FPTI Kalsel Hasnuryadi Sulaiman berpesan kepada pengurus yang baru dilantik agar menjalankan amanah organisasi dengan sebaik-baiknya.
Ia menekankan pentingnya pembinaan atlet di tingkat kabupaten dan kota, terutama untuk kelompok usia muda. Sosialisasi panjat tebing ke sekolah-sekolah juga dinilai penting untuk memperkenalkan olahraga tersebut sekaligus menjaring potensi atlet baru.
“Ayo kita sama-sama menjaga amanah organisasi. Mudah-mudahan hasilnya nanti bisa membawa nama harum Kalsel, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Hasnuryadi.
Menurutnya, pembinaan atlet harus dimulai dari daerah karena kabupaten dan kota menjadi basis utama dalam melahirkan atlet berprestasi.
“Pembinaan atlet itu adanya di kabupaten dan kota, terutama usia-usia muda. Sosialisasi juga ke sekolah-sekolah karena tidak semua orang mengenal panjat tebing. Semoga kita berkesempatan menggelar kejuaraan yang lebih tinggi lagi,” katanya. (MGS)










Komentar