12 Siswa KKO SMAN 2 Banjarmasin Dipastikan Naik Kelas, Sekolah Akui Ada Miskomunikasi

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PERTEMUAN - Pihak SMAN 2 Banjarmasin bersama Disdik dan Dispora Kalsel saat temu media. (Foto: MGS)

PERTEMUAN - Pihak SMAN 2 Banjarmasin bersama Disdik dan Dispora Kalsel saat temu media. (Foto: MGS)

BANJARMASIN – Polemik 12 siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMAN 2 Banjarmasin yang sebelumnya dinyatakan tidak naik kelas akhirnya berakhir. Hasil rapat bersama yang melibatkan pihak sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan memutuskan seluruh siswa tersebut dinyatakan memenuhi syarat untuk naik ke kelas XI.

Keputusan tersebut diambil setelah dilakukan pembahasan menyeluruh terhadap regulasi yang berlaku, termasuk ketentuan dari Kementerian Pendidikan mengenai penilaian bagi peserta didik yang mengikuti program KKO.

Kepala SMAN 2 Banjarmasin, Muhdi Harto, mengatakan persoalan tersebut telah selesai dan seluruh pihak telah mencapai kesepahaman sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

“Alhamdulillah, hari ini SMAN 2 Banjarmasin bersikap kooperatif bersama Dispora, Dinas Pendidikan, dan praktisi olahraga. Permasalahan siswa KKO sudah selesai. Insya Allah semua pihak tidak ada yang dirugikan dan semua bisa tersenyum,” ujarnya, Jum’at (24/7/2026).

Muhdi menjelaskan, setelah dilakukan telaah terhadap regulasi Kementerian Pendidikan, diketahui terdapat ketentuan mengenai pemberian nilai tambahan bagi siswa KKO yang berprestasi sehingga nilai mereka memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

“Dari hasil pembahasan itu diketahui ada regulasi dari kementerian yang memberikan nilai tambahan. Dengan ketentuan tersebut, nilai para siswa memenuhi KKM sehingga seluruhnya dinyatakan naik ke kelas XI,” katanya.

Ia mengakui keputusan awal sekolah hanya mengacu pada petunjuk teknis (juknis) internal yang berlaku di sekolah. Menurutnya, terdapat miskomunikasi antara pihak sekolah dengan Dispora maupun Dinas Pendidikan dalam memahami aturan yang berlaku.

“Sebelumnya kami hanya menggunakan juknis yang ada di sekolah. Selama ini memang terjadi miskomunikasi antara kami dengan Dispora dan Dinas Pendidikan, sehingga setelah dilakukan pembahasan bersama ditemukan solusi sesuai regulasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kalimantan Selatan, Anugrah, menegaskan pihaknya tetap berkomitmen mendukung pembinaan atlet pelajar melalui program Sentra Pembinaan Olahragawan Berbakat Daerah (SPOBDA).

Menurutnya, Dispora akan terus memperkuat koordinasi dengan SMAN 2 Banjarmasin agar prestasi olahraga yang diraih atlet pelajar dapat berjalan beriringan dengan pencapaian akademik.
“Pada prinsipnya kami tetap fokus terhadap pembinaan atlet pelajar melalui program SPOBDA.

Ke depan kami akan terus berkolaborasi dengan SMAN 2 Banjarmasin agar prestasi olahraga dan akademik dapat berjalan seimbang,” katanya.
Anugrah menilai persoalan yang sempat terjadi lebih disebabkan adanya perbedaan pemahaman dalam mempertimbangkan aspek akademik dan nonakademik.

“Ke depan, penilaian terhadap siswa KKO harus memperhatikan keseimbangan antara prestasi akademik dan nonakademik. Yang terjadi kemarin lebih kepada miskomunikasi dalam proses pertimbangan sehingga sekarang sudah dapat diselesaikan bersama,” ujarnya.

Dengan adanya keputusan tersebut, seluruh 12 siswa KKO SMAN 2 Banjarmasin resmi melanjutkan pendidikan ke kelas XI sekaligus mengakhiri polemik yang beberapa waktu terakhir menjadi perhatian publik. (MGS)

Baca Juga:  Perbasi Kalsel Tekankan Konsistensi Pembinaan Atlet Muda
Follow WhatsApp Channel kalselsport.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FPTI Banjarmasin Bangkit, Bidik Bibit Atlet Muda dari Klub hingga Sekolah
Gubernur Cup Minisoccer 2026 Dorong Budaya Olahraga di Kalsel
18 Pecatur Kalsel Amankan Tiket ke Seleksi Akhir Pra-PON
Turnamen Tenis Meja Terbuka ke-6 DPRD Kalsel Diikuti Ratusan Peserta
Geliat Sambo Banjarmasin: 60 Peserta Cilik Unjuk Gigi di Wali Kota Cup

Tumbuhkan Gaya Hidup Sehat, 17 SKPD Semarakkan Mini Soccer Harjad 500 Banjarmasin

Peparda 2026 Kalsel Seleksi Atlet Panahan dan Tolak Peluru untuk Persiapan Peparnas
Pobsi Kalsel Kirim 12 Atlet Terbaik ke Kejurnas Biliar di Jakarta, Bidik Juara Umum
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:31 WITA

FPTI Banjarmasin Bangkit, Bidik Bibit Atlet Muda dari Klub hingga Sekolah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:54 WITA

Gubernur Cup Minisoccer 2026 Dorong Budaya Olahraga di Kalsel

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:17 WITA

18 Pecatur Kalsel Amankan Tiket ke Seleksi Akhir Pra-PON

Minggu, 23 Agustus 2026 - 14:18 WITA

Turnamen Tenis Meja Terbuka ke-6 DPRD Kalsel Diikuti Ratusan Peserta

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:39 WITA

Tumbuhkan Gaya Hidup Sehat, 17 SKPD Semarakkan Mini Soccer Harjad 500 Banjarmasin

Berita Terbaru

FOKUS - Peserta seleksi BK PON saat menjalankan strategi. (Foto: istimewa)

Daerah

18 Pecatur Kalsel Amankan Tiket ke Seleksi Akhir Pra-PON

Rabu, 26 Agu 2026 - 15:17 WITA