BANJARMASIN — Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kalimantan Selatan menegaskan pentingnya komitmen dan konsistensi seluruh pengurus dalam menjalankan program kerja organisasi. Hal itu disampaikan dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Perbasi Kalsel yang digelar di Gedung Batas Kota, Sabtu (16/8/2026).
Ketua Perbasi Kalsel Saripuddin mengatakan, salah satu fokus utama yang harus menjadi perhatian pengurus adalah pembinaan atlet usia dini. Program tersebut diarahkan pada kelompok umur (KU) 5–12 tahun dan KU 14–18 tahun.
Menurutnya, pembinaan yang berjalan secara berkelanjutan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem bola basket di Kalimantan Selatan. Karena itu, pengurus tidak hanya dituntut menyiapkan atlet, tetapi juga memastikan mereka memperoleh kesempatan bertanding secara baik dan terukur.
“Saya meminta seluruh pengurus di bidang masing-masing berkomitmen dan konsisten menjalankan apa yang menjadi usulan di bidang masing-masing. Program pertama terkait pembinaan usia dini, yaitu KU 5–12 dan KU 14–18. Kalau pembinaan kelompok umur berjalan, ekosistem basket juga akan berjalan,” ujar Saripuddin.
Ia menambahkan, Perbasi Kalsel juga mendorong peningkatan sarana dan prasarana bola basket, khususnya di lingkungan sekolah. Pengurus telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak untuk menjajaki kerja sama dalam memperbaiki fasilitas lapangan basket sekolah.
“Teman-teman pengurus beberapa waktu lalu sudah mencoba berkomunikasi dengan beberapa pihak untuk bekerja sama melakukan perbaikan fasilitas basket di sekolah. Kami berharap lapangan yang ada dapat disempurnakan, meskipun tidak harus berukuran besar,” katanya.
Selain pembinaan dan fasilitas, Perbasi Kalsel juga akan melakukan pendataan atlet secara lebih terukur. Data tersebut nantinya mencakup identitas dan profil fisik atlet, seperti usia, tinggi badan, serta berat badan.
Saripuddin menyebutkan, pendataan akan diarahkan dengan memanfaatkan teknologi digital. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu Perbasi Kalsel memiliki basis data atlet yang lebih lengkap dan akurat sebagai dasar pembinaan berkelanjutan.
“Kami berharap ada perbaikan data atlet basket seluruhnya, mulai dari tinggi badan, berat badan, usia, dan lainnya. Untuk itu, kami akan memanfaatkan digitalisasi teknologi,” pungkasnya. (MGS)










Komentar