BANJARMASIN – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Banjarmasin memulai pembinaan atlet usia dini melalui latihan perdana yang diikuti puluhan anak di GOR Hasanudin HM.
Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang FPTI untuk mengembalikan prestasi panjat dinding Banjarmasin dengan membina atlet sejak usia muda.
Ketua FPTI Kota Banjarmasin, Ahmad Zazuli, mengaku jumlah peserta yang mengikuti latihan perdana jauh melampaui perkiraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sejalan dengan arahan Wali Kota Banjarmasin, H.M. Yamin HR untuk memajukan olahraga, khususnya panjat tebing, hari ini kami memantau langsung anak-anak yang berlatih,” ujarnya.
“Tidak menyangka pesertanya sebanyak ini. Semangat mereka juga sangat terlihat,” sambungnya.
Pembinaan Dimulai dari Teknik Dasar
Menurut Zazuli, usia dini merupakan fase terbaik untuk membangun kemampuan dasar atlet karena perkembangan motorik, keseimbangan, koordinasi, dan keberanian anak masih sangat mudah berkembang.
Karena itu, FPTI memfokuskan latihan pada penguasaan teknik dasar panjat dinding, bukan mengejar kecepatan maupun tingkat kesulitan lintasan.
“Untuk anak-anak, kami tidak langsung mengajarkan memanjat lintasan yang sulit. Mereka kita perkenalkan dulu teknik pijakan kaki, cara memegang yang benar,” jelasnya.
“Fondasi teknik ini sangat penting agar ketika beranjak ke kelompok usia prestasi mereka memiliki dasar yang kuat dan terhindar dari cedera,” jelasnya.
Target Lahirkan Atlet Berprestasi
Melalui pembinaan berjenjang ini, FPTI Kota Banjarmasin ingin mempercepat regenerasi atlet panjat dinding yang dalam beberapa tahun terakhir belum berjalan optimal.
FPTI optimistis dukungan orang tua, pelatih, dan pemerintah daerah akan memperkuat proses pembinaan sehingga Banjarmasin kembali melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
“Ini jadi awal yang sangat baik bagi FPTI Banjarmasin, apalagi latihan juga dipantau langsung oleh yang ahlinya,” ucapnya.
“Ini upaya kita mencari bibit unggul bagi atlet FPTI Banjarmasin, karena kita sudah lama tidak melahirkan atlet berprestasi. Semoga ke depan semakin baik sesuai semboyan kita, Maju Prestasinya, Sejahtera Atletnya,” pungkasnya. (alth)










Komentar