BANJARMASIN – Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan menggelar pelatihan dan pengembangan wasit serta juri untuk tiga cabang olahraga, yakni panjat tebing, panahan, dan menembak. Kegiatan berlangsung di Banjarmasin selama tiga hari, mulai Selasa hingga Kamis, 28–30 Juli 2026.
Pelatihan tersebut diikuti peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan, serta melibatkan sejumlah peserta dari luar daerah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bidang perwasitan dan perjurian guna mendukung penyelenggaraan kejuaraan yang semakin profesional dan berkualitas.
Sekretaris Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalimantan Selatan, Misransyah, mengatakan pelatihan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kompetensi tenaga teknis olahraga, khususnya wasit dan juri.
Menurutnya, FPTI Kalsel mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang menghadirkan narasumber dari Pengurus Besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (PB FPTI) maupun instruktur lokal yang telah memiliki pengalaman di bidangnya.
“Kami mengundang peserta dari kabupaten dan kota, bahkan ada juga dari luar daerah. Pemateri berasal dari PB FPTI serta instruktur lokal. Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena sangat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia kami, baik wasit, juri, maupun tenaga teknis,” ujar Misransyah.
Sementara itu, Kepala Dispora Kalimantan Selatan, Pebriadin Hafiz, menegaskan pembangunan prestasi olahraga tidak hanya berfokus pada pembinaan atlet dan pelatih, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan kualitas wasit dan juri.
Menurutnya, keberadaan perangkat pertandingan yang profesional menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kompetisi yang adil, objektif, dan berkualitas, terutama pada cabang olahraga unggulan dan berpotensi meraih prestasi.
“Selain membangun prestasi melalui pelatih dan atlet, kami juga membangun kualitas wasit dan juri. Hal ini harus berjalan seiring dalam pengembangan olahraga. Untuk cabang olahraga unggulan dan berpotensi, dibutuhkan ketelitian, disiplin, serta SDM yang kompeten. Karena itu kami menghadirkan instruktur yang berpengalaman dan berkualitas agar peserta dapat meningkatkan kemampuan sekaligus berdiskusi mengenai berbagai aspek teknis pertandingan,” kata Pebriadin.
Dispora Kalsel berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan wasit dan juri yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional, sehingga dapat mendukung penyelenggaraan berbagai kejuaraan di tingkat daerah maupun nasional sekaligus memperkuat pembinaan olahraga prestasi di Kalimantan Selatan. (MGS)










Komentar