BANJARBARU — Banua Duathlon Challenge (BDC) kembali digelar dengan kemeriahan yang lebih besar. Memasuki penyelenggaraan keempat, ajang yang memadukan olahraga lari dan bersepeda ini akan berlangsung pada 29–30 Agustus 2026 di Kebun Raya Banua, Banjarbaru.
Tahun ini, BDC diikuti sebanyak 120 atlet. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencatat sekitar 100 peserta. Antusiasme peserta juga terlihat dari proses pendaftaran yang langsung habis hanya dalam waktu dua hari.
Tidak hanya Banua Duathlon Challenge, penyelenggaraan tahun ini juga dirangkai dengan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) serta BDC Running. Rangkaian tersebut membuat kompetisi diperkirakan berlangsung lebih ramai dengan jumlah peserta dan kategori perlombaan yang lebih beragam.
Ketua Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kalimantan Selatan, Budiono, mengatakan peningkatan jumlah peserta menjadi indikator positif terhadap perkembangan olahraga duathlon dan triathlon di daerah.
“Peserta tahun ini mencapai 120 atlet, meningkat dari tahun lalu yang sekitar 100 peserta. Pendaftarannya juga habis dalam dua hari. Ini menunjukkan antusiasme atlet terhadap BDC semakin tinggi,” ujar Budiono.
Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini menghadirkan tiga nomor utama, yakni duathlon, aquathlon, dan running. Khusus kategori BDC Open, persaingan semakin kompetitif karena turut diikuti atlet-atlet nasional dari sejumlah provinsi.
“Untuk BDC Open, ada atlet nasional yang datang dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan. Kehadiran mereka tentu membuat persaingan semakin menarik sekaligus menjadi pengalaman bagi atlet-atlet daerah,” katanya.
Banua Duathlon Challenge pertama kali digelar pada 2023. Pada penyelenggaraan perdana, peserta tidak hanya berasal dari sejumlah daerah di Indonesia, tetapi juga diikuti atlet dari lima negara, yakni Jerman, Irlandia, Singapura, Aljazair, dan Amerika Serikat.
Format utama perlombaan saat itu berupa lari sejauh 5 kilometer, dilanjutkan bersepeda 30 kilometer, kemudian kembali berlari sejauh 5 kilometer.
Banua Duathlon Challenge merupakan ajang olahraga yang memadukan lari dan bersepeda secara berurutan. Kegiatan ini digagas Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalsel.
Selain menjadi wadah kompetisi dan pembinaan atlet, BDC diarahkan sebagai bagian dari pengembangan sport tourism. Pemanfaatan kawasan Kebun Raya Banua sebagai lokasi kegiatan juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi daerah kepada peserta dan masyarakat luas.
Dengan penyelenggaraan yang semakin berkembang, BDC diharapkan mampu menjadi agenda olahraga tahunan yang tidak hanya meningkatkan prestasi atlet, tetapi juga memperkuat citra Kalimantan Selatan sebagai salah satu destinasi sport tourism di Indonesia. (MGS)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT










Komentar