BANJARMASIN — Turnamen Tenis Meja Wali Kota Banjarmasin Cup 2026 menjadi salah satu wadah pembinaan atlet tenis meja, khususnya dari kelompok usia dini. Kompetisi yang digelar di Gedung Tenis Meja Natama, Beruntung Jaya, Banjarmasin, Jumat (14/8/2026), diikuti 108 peserta.
Kejuaraan tersebut mempertandingkan sejumlah kategori usia, mulai U-13, U-16, hingga U-19, untuk nomor tunggal putra dan putri. Peserta tidak hanya berasal dari Banjarmasin, tetapi juga dari sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan serta undangan dari Kapuas dan Palangka Raya.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin HR mengatakan, turnamen tersebut turut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-500 Kota Banjarmasin. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting untuk memberikan ruang bagi atlet muda dalam mengembangkan kemampuan dan pengalaman bertanding.
“Ini ada yang dari Kapuas dan Palangka Raya. Kegiatan ini untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-500,” kata Muhammad Yamin.
Ia mengakui, pembinaan tenis meja di Banjarmasin masih menghadapi kendala sarana dan prasarana. Karena itu, Pemerintah Kota Banjarmasin berkomitmen mencari tempat yang dapat digunakan secara khusus untuk pembinaan dan pembibitan atlet.
“Kita belum ada tempat khusus untuk pembinaan. Ini menjadi salah satu pekerjaan rumah Pemko untuk mencarikan tempat dan sarana agar dapat melakukan pembibitan,” ujarnya.
Wakil Ketua Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Banjarmasin, Mulyadi, menyebutkan sebanyak 108 peserta ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Peserta berasal dari delapan kabupaten/kota serta mendapat tambahan peserta undangan dari Kapuas dan Palangka Raya.
“Total peserta 108 orang. Kategorinya U-13, U-16, dan U-19, masing-masing untuk tunggal putra dan putri. Peserta ada dari delapan kabupaten/kota, serta undangan dari Kapuas dan Palangka Raya,” jelas Mulyadi.
Sementara itu, pegiat tenis meja Muhaimmin yang juga merupakan anggota DPRD Kota Banjarmasin menilai kejuaraan tersebut sangat positif bagi proses pembinaan atlet. Menurutnya, regenerasi atlet harus dimulai dari kelompok pemula agar prestasi dapat dibangun secara berkelanjutan.
“Kejuaraan ini bagus sekali untuk pembinaan atlet, karena atlet itu tumbuhnya dari pemula. Tidak mungkin langsung jadi,” tutur Muhaimmin.
Ia berharap perhatian pemerintah terhadap pembinaan olahraga semakin meningkat, termasuk penyediaan fasilitas khusus bagi masing-masing cabang olahraga.
“Ke depan semoga keinginan Pak Wali Kota semakin terwujud, agar masing-masing cabor memiliki gedung sendiri sehingga pembinaan bisa benar-benar dilakukan,” pungkasnya.
Melalui kejuaraan ini, pembinaan atlet tenis meja diharapkan tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga menjadi bagian dari proses mencetak bibit-bibit atlet potensial Banjarmasin untuk menghadapi kompetisi di tingkat yang lebih tinggi. (MGS)










Komentar