BANJARMASIN — Kejuaraan Biliar Wali Kota Cup turut memeriahkan rangkaian kompetisi olahraga di Kota Banjarmasin. Pertandingan nomor bola sembilan kategori single putra dan putri tersebut digelar di Star Biliar, Jalan Pramuka, Banjarmasin, 19-21 Agustus 2026.
Kejuaraan ini bersifat terbuka bagi atlet biliar se-Kalimantan Selatan dengan ketentuan peserta memiliki KTP Kalimantan Selatan.
Atlet yang pernah memperkuat daerah pada Pekan Olahraga Nasional (PON) juga diperbolehkan ambil bagian.
Panitia membatasi jumlah peserta sebanyak 96 orang untuk menjaga kelancaran pertandingan. Kuota tersebut bahkan terpenuhi hanya dalam waktu sekitar tiga jam setelah pendaftaran dibuka.
“kuotanya kita batasi, ini ada 96 peserta. itu pun dalam tiga jam sudah kita tutup. peserta terjauh ada dari tabalong. ini sifatnya open, asal berktp kalsel,” ujar panitia pelaksana, Andi.
Menurutnya, kejuaraan tersebut mendapat antusiasme cukup tinggi dari atlet biliar di berbagai daerah di Kalimantan Selatan.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas kesempatan atlet untuk mengasah kemampuan melalui pertandingan.
Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan biliar dalam rangkaian Wali Kota Cup. Ia berharap kompetisi tersebut dapat menjadi agenda yang berkelanjutan sekaligus mendorong perkembangan olahraga biliar di daerah.
“ini pertama kalinya, kita berharap ini bisa memotivasi atlet biliar,” kata Muhammad Yamin.
Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Banjarmasin juga menyambut positif dipertandingkannya cabang olahraga biliar dalam Wali Kota Cup.
Menurutnya, kompetisi seperti ini penting untuk memberikan pengalaman bertanding kepada atlet. Dengan demikian, atlet tidak hanya menjalani latihan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk meningkatkan jam terbang melalui pertandingan resmi.
“kami menyambut baik dan bersyukur biliar dipertandingkan di Wali Kota Cup. kita berharap ini berkelanjutan. lewat kegiatan ini mereka bisa bertanding, tidak hanya berlatih saja. ini menambah jam terbang mereka untuk pertandingan,” ujarnya.
Selain persaingan di kategori putra, kejuaraan tahun ini juga mendapat perhatian dari meningkatnya jumlah atlet putri. Sejumlah peserta putri bahkan merupakan atlet yang baru mengikuti kompetisi biliar.
Kehadiran peserta-peserta baru tersebut dinilai menjadi perkembangan positif bagi pembinaan biliar, sekaligus menunjukkan semakin terbukanya peluang bagi atlet putri untuk berkompetisi dan meningkatkan kemampuan di tingkat daerah. (MGS)










Komentar