BANJARBARU – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalimantan Selatan menggelar kegiatan edukasi pencegahan penggunaan doping bagi atlet disabilitas melalui program Redesign dan Implementasi Media Digital “HaloAtlet 2.0”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kompleks Sekretariat NPCI Kalimantan Selatan, Banjarbaru, Senin (20/7/2026).
Program ini diikuti sebanyak 30 peserta yang terdiri atas 20 atlet NPCI Kalimantan Selatan dari cabang olahraga atletik, tolak lempar, panahan, menembak, dan balap sepeda. Selain itu, kegiatan juga dihadiri 10 peserta lainnya yang terdiri dari tujuh pelatih serta tiga orang pengurus NPCI Kalimantan Selatan.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber, dosen dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Jawa Tengah yang juga merupakan pelatih balap sepeda NPC Indonesia. Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya penggunaan doping, aturan antidoping, serta pentingnya menjaga integritas dan sportivitas dalam dunia olahraga prestasi.
Ketua NPCI Kalimantan Selatan, Sumansyah, mengatakan edukasi antidoping menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet paralimpik. Menurutnya, pemahaman sejak dini mengenai larangan penggunaan doping akan membentuk karakter atlet yang menjunjung tinggi nilai-nilai fair play sekaligus melindungi mereka dari pelanggaran yang dapat merugikan karier olahraga.
“Kami berharap seluruh atlet NPCI Kalimantan Selatan memiliki pemahaman yang baik mengenai bahaya doping sehingga tidak terjerumus menggunakan obat-obatan atau zat terlarang yang dapat merugikan diri sendiri maupun mencoreng nama daerah. Prestasi harus diraih melalui latihan yang disiplin, kerja keras, dan kemampuan yang dimiliki atlet,” ujar Sumansyah.
Ia menambahkan, kehadiran program HaloAtlet 2.0 diharapkan mampu meningkatkan literasi digital para atlet terkait informasi antidoping, sehingga mereka dapat mengenali jenis-jenis zat yang dilarang, memahami risiko penggunaannya, serta lebih berhati-hati dalam mengonsumsi obat maupun suplemen.
Melalui kegiatan tersebut, NPCI Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk mendukung terwujudnya lingkungan olahraga yang bersih dari doping sekaligus mempersiapkan atlet-atlet paralimpik yang berprestasi dengan tetap menjunjung tinggi etika dan aturan olahraga. (MGS)










Komentar