Polemik 12 Siswa KKO SMAN 2 Banjarmasin Tak Naik Kelas, Dispora Soroti Dampak terhadap Mental Atlet

- Penulis

Rabu, 22 Juli 2026 - 16:01 WITA

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUASANA - SMAN 2 Banjarmasin tampak depan. (Foto: istimewa)

SUASANA - SMAN 2 Banjarmasin tampak depan. (Foto: istimewa)

BANJARMASIN – Polemik tidak naik kelas yang dialami 12 siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) di SMAN 2 Banjarmasin menjadi perhatian berbagai pihak. Selain berasal dari program pembinaan atlet, sebagian besar siswa tersebut merupakan atlet berprestasi yang telah mengharumkan nama daerah di berbagai ajang nasional.
Ke-12 siswa yang dinyatakan tidak naik kelas berasal dari sejumlah cabang olahraga, di antaranya angkat besi, sambo, dayung, hingga futsal. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap keberlanjutan pembinaan atlet, terutama bagi mereka yang masih aktif mengikuti berbagai kejuaraan.


Kepala SMAN 2 Banjarmasin, Muhdi Harto, menegaskan sekolah tidak pernah mengeluarkan ataupun memberhentikan para siswa tersebut. Mereka tetap tercatat sebagai peserta didik dan berhak melanjutkan pendidikan di sekolah.
Menurutnya, keputusan tidak naik kelas diambil berdasarkan hasil evaluasi akademik yang mengacu pada ketentuan penilaian yang berlaku bagi seluruh peserta didik tanpa membedakan status sebagai atlet KKO maupun siswa reguler.


“Anak-anak itu tidak dikeluarkan dari sekolah. Mereka tetap terdaftar sebagai siswa SMAN 2 Banjarmasin. Mereka memang berasal dari jalur Kelas Khusus Olahraga, tetapi dalam proses pembelajaran maupun penilaian tidak ada perbedaan dengan siswa lainnya. Penilaian tetap mencakup aspek afektif, psikomotor, kognitif, serta sikap,” ujar Muhdi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Ia menjelaskan, mekanisme tersebut telah diterapkan sejak program KKO berjalan sekitar 13 tahun lalu dan belum pernah mengalami perubahan. Sementara itu, Surat Keputusan (SK) mengenai KKO baru diterbitkan pada 2019 sehingga selama enam tahun sebelumnya sekolah belum memiliki dasar hukum yang lebih spesifik terkait pelaksanaan program tersebut.


Muhdi juga membantah anggapan bahwa sekolah mempersulit siswa atlet. Sebaliknya, pihak sekolah mengaku telah memberikan berbagai bentuk toleransi agar para atlet tetap dapat mengikuti proses belajar di tengah padatnya jadwal latihan dan pertandingan.

Baca Juga:  30 Pemain Ikuti Seleksi Pra-Pra PON Futsal Kalsel, Disiapkan Hadapi Pra PON Tahun Depan


“Guru-guru di sini sudah memberikan banyak keringanan kepada siswa yang bersangkutan, mulai dari kesempatan mengumpulkan tugas hingga berbagai bentuk kemudahan lainnya. Sekolah tidak pernah mempersulit, justru berupaya mempermudah agar bakat mereka di bidang olahraga, seni, maupun budaya tetap berkembang,” katanya.


Ia menambahkan, saat ini jumlah siswa KKO di SMAN 2 Banjarmasin mencapai 75 orang, dengan 12 di antaranya dinyatakan tidak naik kelas berdasarkan hasil evaluasi akademik tahun ajaran ini.


Sementara itu, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Selatan turut menyoroti dampak psikologis yang dialami para atlet binaannya akibat persoalan tersebut.


Kepala Seksi Pengelolaan Olahraga Pendidikan dan Sentra Olahraga Dispora Kalsel, Asfia Urrahman, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan untuk mencari solusi terbaik tanpa mengabaikan aspek akademik maupun pembinaan olahraga.


“Saat ini fokus kami adalah menjaga mental para atlet. Mereka merupakan atlet yang sudah berprestasi di level nasional, sehingga jangan sampai persoalan ini mengganggu kesiapan mereka menghadapi pertandingan,” ujarnya.
Asfia mengungkapkan, dari 12 siswa yang tidak naik kelas, lima di antaranya merupakan atlet binaan Dispora Kalsel. Mereka memiliki catatan prestasi yang membanggakan, di antaranya peraih medali perunggu cabang angkat besi pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas), atlet dayung peraih medali perak pada Pekan Olahraga Nasional (PON), serta atlet sambo yang telah meraih medali pada kejuaraan nasional.


Ia menambahkan, dalam waktu dekat dua atlet tersebut dijadwalkan mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas), sehingga kondisi psikologis mereka menjadi perhatian serius.
“Kami berharap persoalan ini tidak mengganggu fokus mereka menghadapi Kejurnas. Harapan kami, para atlet tetap dapat menjalani pembinaan olahraga dengan baik sekaligus melanjutkan pendidikan. Mudah-mudahan ada solusi terbaik melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan,” tutupnya. (MGS)

Follow WhatsApp Channel kalselsport.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bangkit dari Mati Suri, Pengkot FPTI Banjarmasin Bersiap Gelar Kejurprov Panjat Tebing
Pimpinan Pelti Tanahlaut Berlanjut, Syakhril Hadrianadi Kembali Terpilih Aklamasi dalam Muscab
Dibuka Langsung Oleh Rahmat Trianto, Turnamen Bupati Cup Basketball Resmi Bergulir
Atlet Banjarbaru Borong Wakili Kalsel pada Ajang O2SN 2026, Berangkatkan Kontingen 10 Orang
Bridge Walikota Cup 2026: Ajang Asah Mental dan Cari Bibit Atlet di Banjarmasin
Rangkaian Harjad Ke 76 Kalsel dan Kemerdekaan RI, KORMI Kalsel-RSJ Sambang Lihum Gelar Flashmob dan Senam Sehat
Perbasi Kalsel Bidik Tuan Rumah Pra-PON Basket 2027
Turunkan 9 Atlet, Muaythai Kalsel Bidik Medali di Kejurnas IMC 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:18 WITA

Bangkit dari Mati Suri, Pengkot FPTI Banjarmasin Bersiap Gelar Kejurprov Panjat Tebing

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:07 WITA

Pimpinan Pelti Tanahlaut Berlanjut, Syakhril Hadrianadi Kembali Terpilih Aklamasi dalam Muscab

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:01 WITA

Dibuka Langsung Oleh Rahmat Trianto, Turnamen Bupati Cup Basketball Resmi Bergulir

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:54 WITA

Atlet Banjarbaru Borong Wakili Kalsel pada Ajang O2SN 2026, Berangkatkan Kontingen 10 Orang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:29 WITA

Bridge Walikota Cup 2026: Ajang Asah Mental dan Cari Bibit Atlet di Banjarmasin

Berita Terbaru