BANJARMASIN – Kontingen Muaythai Indonesia (MI) Kalimantan Selatan mengakhiri perjuangannya pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Muaythai 2026 di Jawa Barat dengan torehan enam medali.
Enam medali tersebut terdiri atas tiga medali perak dan tiga medali perunggu. Hasil itu dinilai cukup positif mengingat persiapan para atlet menuju kejuaraan berlangsung dalam waktu yang relatif singkat.
Ketua Umum MI Kalsel, Ferina, mengaku bersyukur atas pencapaian yang berhasil diraih para atlet.
“Alhamdulillah, kita membawa pulang tiga perunggu dan tiga perak,” ujar Ferina, Minggu (9/8/2026).
Menurut Ferina, hasil tersebut tidak lantas membuat program pembinaan berhenti. Para atlet akan kembali menjalani latihan dengan intensitas yang lebih tinggi sebagai persiapan menghadapi agenda kompetisi berikutnya.
“Setelah ini akan kita tambah lagi pelatihannya untuk menghadapi kejuaraan selanjutnya,” katanya.
Ferina juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan dukungan kepada atlet MI Kalsel. Dukungan tersebut mencakup pemenuhan fasilitas latihan hingga aspek kesejahteraan atlet.
“Sebagai pemimpin Muaythai, saya akan selalu memberikan yang terbaik untuk anak-anak, termasuk fasilitas dan kesejahteraan mereka,” tegasnya.
Sementara itu, Pelatih MI Kalsel Salim menilai raihan enam medali menjadi hasil yang patut diapresiasi. Terlebih, tim harus mempersiapkan diri dengan keterbatasan waktu dan sarana.
“Dengan persiapan seadanya dan waktu singkat, kita berhasil mendapatkan tiga medali perak dan tiga medali perunggu,” ujar Salim.
Evaluasi hasil kejurnas juga langsung disiapkan tim pelatih. Sepulang dari Jawa Barat, program latihan akan ditingkatkan secara bertahap untuk mematangkan persiapan menghadapi PON Bela Diri serta Pra-PON tahun depan.
“Setelah pulang ini, kita akan melatih anak-anak lebih intensif lagi untuk persiapan PON Bela Diri, kemudian tahun depan untuk Pra-PON,” katanya.
Tak hanya berfokus pada atlet yang telah berprestasi, MI Kalsel juga mulai menyiapkan regenerasi melalui program pencarian bibit baru. Pembinaan akan diarahkan kepada sejumlah kelompok usia, mulai U-10, U-12, U-14, U-16 hingga U-23.
Salim mengatakan pencarian atlet muda nantinya turut menyasar lingkungan sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas penjaringan sekaligus menemukan potensi baru yang dapat dipersiapkan menjadi atlet masa depan Kalsel.
“Kita akan banyak mencari atlet usia dini. Nanti kita datangi sekolah-sekolah untuk mencari bibit-bibit baru,” pungkasnya. (MGS)










Komentar