BANJARMASIN – SMAN 7 Banjarmasin kembali menegaskan dominasinya di ajang Honda DBL with Kopi Good Day South Kalimantan 2026. Smaven, julukan SMAN 7 Banjarmasin, berhasil merebut gelar juara kategori putra setelah menundukkan SMAN 2 Banjarmasin pada partai final.
Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Smaven mengoleksi delapan gelar juara putra DBL South Kalimantan. Sebelum musim 2026, SMAN 7 Banjarmasin telah tujuh kali menjadi kampiun, yakni pada 2015, 2016, 2018, 2021, 2022, 2023, dan 2025.
Status sebagai juara bertahan mampu dipertahankan Smaven hingga pertandingan terakhir. Perjalanan mereka di Final Party DBL Banjarmasin 2026 ditutup dengan kemenangan telak 72-34 atas Smada, julukan SMAN 2 Banjarmasin.
Sejak awal pertandingan, Smaven langsung berusaha mengendalikan jalannya permainan. Tekanan yang diberikan membuat Smada kesulitan mengembangkan permainan sehingga SMAN 7 Banjarmasin mampu menutup kuarter pertama dengan keunggulan 20-8.
Memasuki kuarter kedua, Smada mencoba memperkecil selisih angka dengan meningkatkan agresivitas permainan. Namun, Smaven tetap mampu menjaga ritme dan mempertahankan keunggulannya.
Pertandingan semakin sengit setelah jeda. Kedua tim terlibat dalam duel yang lebih ketat, sementara dukungan penonton dari tribun membuat atmosfer final semakin meriah. Smaven tetap tampil disiplin dan mampu memanfaatkan peluang untuk menjaga jarak hingga memasuki kuarter terakhir.
Upaya Smada mengejar ketertinggalan belum mampu mengubah keadaan. Smaven justru semakin menjauh hingga akhirnya memastikan kemenangan 72-34 ketika buzzer akhir berbunyi.
Gelar tersebut menjadi pencapaian penting bagi skuad yang ditangani pelatih Hujaifie. Di dalam lapangan, kapten Jonando Bunarta menjadi salah satu pemain yang memimpin rekan-rekannya menghadapi tekanan pertandingan puncak.
Hujaifie mengatakan, keberhasilan mempertahankan gelar merupakan hasil dari proses panjang yang telah dijalani tim sejak masa persiapan. Menurut dia, tantangan terbesar di pertandingan final bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga menjaga konsentrasi pemain di tengah tekanan.
“Kami bersyukur bisa kembali menjadi juara. Anak-anak sudah bekerja keras sejak persiapan dan saya mengapresiasi perjuangan mereka. Di final tekanan tentu berbeda, tetapi mereka mampu tetap fokus dan menjalankan apa yang sudah dipersiapkan,” ujar Hujaifie.
Dia menegaskan, keberhasilan Smaven tidak bertumpu pada kemampuan individu tertentu. Kekompakan pemain dan kepatuhan terhadap sistem permainan menjadi faktor penting dalam keberhasilan tim melewati partai puncak.
“Yang paling penting adalah bagaimana pemain tetap percaya kepada sistem dan teman satu tim. Ketika permainan berjalan sesuai rencana, peluang untuk memenangkan pertandingan tentu semakin besar,” katanya.
Kapten Smaven, Jonando Bunarta, menyebut laga final memiliki tekanan tersendiri karena seluruh perjuangan selama kompetisi ditentukan dalam satu pertandingan. Karena itu, ia bersama rekan-rekannya berusaha menjaga ketenangan dan kepercayaan satu sama lain.
“Dari awal kami sudah tahu pertandingan ini tidak akan mudah. Kami berusaha bermain dengan tenang, saling percaya dan tidak mudah panik ketika pertandingan berlangsung ketat,” tutur Jonando.
Menurut Jonando, keberhasilan mengangkat trofi merupakan hasil kerja seluruh elemen yang mendukung perjalanan Smaven selama kompetisi.
“Gelar ini untuk semua pemain, pelatih, sekolah dan orang-orang yang selalu mendukung kami. Kami ingin membuktikan bahwa kerja keras selama latihan akhirnya terbayar di pertandingan,” ujarnya.
Di sisi lain, SMAN 2 Banjarmasin harus puas sebagai runner-up pada sektor putra. Smada datang ke partai final dengan ambisi mengembalikan kejayaan sekolah mereka di kategori tersebut. Namun, upaya skuad asuhan Muhammad Mazani belum mampu membendung permainan Smaven.
Mazani mengakui tekanan pertandingan final memberikan tantangan berbeda bagi para pemainnya. Meski kalah, ia menilai pengalaman tampil di partai puncak menjadi bagian penting dalam proses perkembangan tim.
“Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik. Anak-anak juga sudah berjuang sampai akhir. Memang ada beberapa hal yang harus kami evaluasi, terutama bagaimana menjaga konsistensi permainan ketika menghadapi tekanan di pertandingan besar,” kata Mazani.
Dia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi pemain Smada untuk tampil lebih matang pada kompetisi berikutnya.
“Yang terpenting anak-anak mendapatkan pengalaman. Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan kami bisa lebih matang dan lebih siap menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi,” ujarnya.
Kapten SMAN 2 Banjarmasin, Keandra Choki, juga mengapresiasi perjuangan seluruh rekan setimnya. Menurut dia, pemain telah berusaha memberikan kemampuan terbaik meski hasil akhir belum sesuai target.
“Kami sudah berusaha sampai pertandingan selesai. Memang hasilnya belum sesuai dengan yang kami inginkan, tetapi kami tetap bangga dengan perjuangan tim. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” kata Keandra.
Keandra menambahkan, partai final memberikan pelajaran mengenai pentingnya menjaga konsentrasi dan mental bertanding.
“Di pertandingan seperti ini, kesalahan kecil bisa sangat berpengaruh. Kami belajar bahwa kami harus tetap tenang, fokus dan percaya satu sama lain sampai pertandingan benar-benar selesai,” tuturnya.
Pertemuan Smaven dan Smada sekaligus mempertemukan dua sekolah yang memiliki sejarah panjang di DBL South Kalimantan. SMAN 2 Banjarmasin sebelumnya pernah meraih gelar juara putra pada 2010 dan 2011. Sementara itu, SMAN 7 Banjarmasin kini telah mengumpulkan delapan gelar di sektor yang sama.
Menariknya, dominasi kedua sekolah terbagi pada sektor berbeda. Jika SMAN 7 Banjarmasin menjadi penguasa kategori putra, SMAN 2 Banjarmasin justru menunjukkan superioritas di kategori putri.
Smada berhasil mempertahankan gelar juara putri pada 2026 sekaligus menambah koleksi menjadi 10 trofi. Catatan tersebut membuat SMAN 2 Banjarmasin menjadi sekolah dengan jumlah gelar terbanyak di sektor putri.
Sementara pada kategori putra, SMAN 7 Banjarmasin menjadi pemegang rekor dengan delapan gelar. Di bawah Smaven terdapat SMAN 1 Banjarbaru dengan empat gelar, disusul SMAN 1 Banjarmasin dan SMAN 2 Banjarmasin yang masing-masing mengoleksi dua gelar.
Adapun SMAN 3 Banjarmasin dan SMA Don Bosco Banjarmasin masing-masing telah mengamankan satu gelar juara putra.
Pencapaian Smaven dan Smada pada musim ini kembali memperlihatkan kuatnya tradisi basket pelajar di Kalimantan Selatan. Persaingan antarsekolah tidak hanya menghasilkan perebutan trofi, tetapi juga menjadi ruang bagi lahirnya talenta-talenta muda yang terus berkembang.
Bagi SMAN 7 Banjarmasin, gelar kedelapan menjadi tambahan penting dalam perjalanan panjang mereka di DBL South Kalimantan. Smaven pun kembali memastikan posisinya sebagai penguasa sektor putra kompetisi basket pelajar di Banua. (MGS)










Komentar